Lahirnya Sang Penjelajah Samudra

Lahirnya Sang Penjelajah Samudra

Mendalami seni dan tradisi pembuatan kapal Phinisi, warisan maritim Indonesia yang telah bertahan selama berabad-abad

Scroll

Keunikan Konstruksi Pinisi: Menyusun Papan Body (Kulit) Terlebih Dahulu, Baru Memasang Gading (Tulang). Berbeda dengan metode pembuatan kapal lain di dunia, pengrajin Pinisi meyakini kekuatan terbesar kapal kayu ada pada susunan papan body. Jika urutannya salah, badan kapal bisa pecah.

Proses penyambungan lunas dan papan body

Fondasi & Pembentukan Badan

Tahap 1: Penyambungan Konstruksi Utama

Dalam konstruksi utama kapal pinisi dulunya memiliki 3 konstruksi utama yaitu Linggi Buritan, Lunas dan Linggi Haluan. Tetapi setelah adanya modernisasi kapal pinisi sudah memiliki mesin sehingga ada penambahan konstruksi yaitu Linggi Buritan, Tiang Boss, Lunas dan Linggi Buritan. Sebagai tahap awal konstruksi harus di sambung terlebih dahulu dengan kuat.

Tahap 2: Penyusunan Papan Body Kapal

Dalam pembangunan kapal pinisi salah satu perbedaan metode pembangunan kapal yang jelas dari semua pembuat kapal di dunia adalah pemasangan papan body kapal ini. Semua pembangun kapal membuat kapal dimulai dari memasang gading terlebih dahulu baru kemudian papan body di pasang. Dari dahulu para pengrajin menilai metode seperti ini memiliki kekurangan pada kekuatan kosntruksi, ini karena kekuatan terbesar kapal kayu itu berada pada cara menyusun papan body, jika salah maka badan kapal bisa pecah. Ini lah sebab kenapa para pengrajin pinisi membangun kapal di mulai pada pemasangan papan body terlebih dahulu.

Tahap 3: Pemasangan Gading-Gading Kapal

Gading-gading ini dipasang setelah papan body selesai atau paling tidak sudah terpasangan 70%. Gading ini akan di bentuk menyesuaikan dengan bentuk body kapal dengan menggunakan alat serut dan cangkul kayu. Untuk material kayu nya sendiri merupakan kayu bitti yang sudah digunakan dari awal pembangunan kapal Pinisi.

"Kapal bukan hanya tempat berlayar, tetapi adalah makhluk hidup yang memiliki roh dan jiwa. Kami membangunnya dengan cinta, doa, dan penghormatan kepada alam semesta."

— Panrita Lopi, Pengrajin Kapal Phinisi Tradisional

Pemasangan gading-gading dan penguat

Penguatan Struktur

Tahap 4: Pemasangan Lunas Dalam dan Galar Kapal

Lunas dalam merupakan penambah kekuatan konstruksi memanjang kapal yang di posisi dikan dalam kapal diatas lunas kapal sedangkan galar papan panjang yang di susun searah panjang kapal mulai dari bawah hingga ke atas sisi kapal kiri dan kanan.

Tahap 5: Pemasangan Kalang-Kalang

Konstruksi ini merupakan kekuatan melintang kapal yang merupakan balok melintang diatas lambung kapal. Kalang ini di susun pada setiap gading kapal mulai dari belakang hingga keujung haluan kapal.

Tahap 6: Pemasangan Papan Deck

Papan deck adalah papan lantai yang disusun untuk menutupi bagian atas body kapal agar kedap terhadap air yang masuk ke dalam lambung kapal. Dahulu papan-papan ini di paku dengan pasak kayu tapi zaman sekarang ini disubtitusi menjadi sekrup besi karena lebih mudah digunakan dengan kekuatan yang sama.

Detail Visual

Alat pertukangan tradisional
Detail sambungan kayu
Pengrajin sedang bekerja
Struktur rangka kapal
Kayu-kayu siap digunakan
Bengkel tradisional pengrajin kapal
"Dalam setiap pasak kayu, kami menyimpan doa kesejahteraan bagi semua pelaut yang kelak akan berlayar di lautan yang tak terbatas."

— Tradisi Pembangun Kapal Bugis-Makassar

Pemasangan deck dan kabin

Penyelesaian Akhir

Tahap 7: Pembuatan Kamar/Kabin

Setelah semua konstruksi body kapal (lambung kapal) maka di lanjutkan dengan pembuatan kamar-kamar atau kabin kapal. Bentuk dan layout akan menyesuaikan dengan permintaan pemilik kapal.

Tahap 8: Pemasangan Tiang Layar dan Anjong

Yang menjadi ciri khas pinisi itu sendiri adalah wajib memiliki tiang layar, dengan model layar berbentuk scooner. Tiang layar pinisi biasanya memiliki 2 tiang depan dan belakang. Pembuatan ini biasanya di lakukan didarat kemudian setelah selesai barulah tiang tersebut akan dinaikan dan dirakit diatas kapal. Untuk komponennya sendiri tiang layar terdiri dari 3 komponen utama yaitu tiang utama, Ga’ dan Lajo.

Tahap 9: Pemasangan Kain Layar

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika tidak memiliki layar maka bukan Pinisi. Pemasangan kain layar ini merupakan part terakhir dalam pembuatan kapal pinisi dimana kain layar harus dijahit sesuai dengan ukuran tiang layar yang terpasang. ciri khasnya adalah terdapat 7 buah layar, dimana 4 layar di tianf utama dan 3 layar pada anjong kapal. Tapi sangat di sayangkan kapal pinisi yang beroperasi sekarang hanya menggunakan layar sebagai estetika saja dan tidak berfungsi lagi.